Tampilkan postingan dengan label Bantarkawung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bantarkawung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 April 2021

Jembatan Antar Desa di Kecamatan Bantarkawung Brebes Terputus

  Brebes – Infrastruktur berupa jembatan penghubung antar desa (Banjarsari-Cibentang), Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terputus akibat diterjang derasnya arus Sungai Cidadali.







Dijelaskan Kapten Infanteri Nurhadi, Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, jembatan itu vital karena merupakan jalan poros kabupaten, terutama bagi warga Dusun Cibentang Atas, Desa Cibentang, dengan warga Dusun Pedukuhan, Desa Banjarsari. 


“Jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 4 meter itu, terputus pagi ini pada pukul 06.45 WIB,” terangnya, Kamis (15/4/2021).


Dijelaskannya lebih terperinci, sebelum jembatan yang membentang di atas Sungai Cidadali setinggi 5,3 meter itu putus, pada Rabu malam (14/4), mulai pukul 22.00 WIB sampai pagi ini pukul 03.00 WIB, wilayah Desa Banjarsari dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi sehingga arus Sungai Cidadali menjadi deras dan kemudian menggerus pondasi jembatan.


Tidak ada korban jiwa atas insiden itu, karena kebetulan tidak ada warga yang melintas saat kejadian.


Untuk sementara kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat, harus memutar melalui desa tetangga, yakni Desa Telaga.


Tampak Babinsa setempat memastikan pemasangan tanda peringatan di tempat kejadian, agar tidak terjadi kecelakaan bagi para pengguna jalan.


“Besok pagi (16/4), bersama warga dan pihak terkait di kedua desa, kami akan melaksanakan pembuatan jembatan darurat dari bambu dan kayu, untuk membuka akses ekonomi warga,” tandasnya. (Aan)

Senin, 12 April 2021

Patut Ditiru, Lomba Kebersihan dan Pos Kamling Antar RT di Bantarkawung Brebes

 Brebes – Tiga pilar (Pemdes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas) Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar lomba kebersihan lingkungan dan pos kamling kreatif tingkat RT, dalam rangka pemberdayaan kebersihan lingkungan dan kondusifitas desa.






Disampaikan Muhamad Rifai, selaku Kades Bantarkawung, lomba tersebut diadakan untuk membangkitkan kepedulian, semangat gotong-royong, dan juga kebersamaan warganya.


“Lomba itu juga untuk meningkatkan kebersihan dan keamanan di Desa Bantarkawung, yang dimulai dari lingkup RT,” ujarnya, Selasa malam (6/4/2021).


Sementara diterangkan Kapolsek Bantarkawung, Iptu Hasari, untuk kriteria penilaian pos kamling yakni kebersihan, kerapian, dan keindahan tempat, kreatifitas, adanya rest area, kelengkapan administrasi, dan apakah pos kamling selalu ditempati setiap malamnya.


Kriteria selanjutnya adalah kelengkapan peralatannya yang berupa kentongan, tongkat-T, senter, lampu emergency, borgol/tali pengikat, kotak P3K, ban lengan Kamling, alat pemadam kebakaran, jam dinding, jas hujan, pengeras suara, serta alat komunikasinya.


“Lomba ini merupakan stimulan untuk meningkatkan Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) untuk membantu menjaga kondusifitas wilayah Kecamatan Bantarkawung mulai dari lingkup RT,” bebernya.


Menurutnya, pos kamling merupakan potensi pengamanan swakarsa masyarakat yang berasaskan budaya gotong-royong. Pos kamling juga sebagai sarana menjalin keakraban antar warga.


“Kita tingkatkan kondusifitas keamanan mulai dari lingkup RT sehingga warga merasa nyaman dan aman dengan adanya ronda malam,” tandasnya.


Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi melalui Serma Marji, Babinsa setempat menambahkan, untuk kriteria penilaian lomba kebersihan meliputi kebersihan jalan, tali air, dan kebersihan lingkungan rumah tangga.


Turut menjadi tim penilai adalah Suranto, S.Sos dari Satpol PP Bantarkawung, dan Team Djarum Coklat yang juga ikut membantu hadiah. (Aan)

Kamis, 11 Maret 2021

Hari Kelima Pencarian Carsono, Penyelaman dan Sisir Sungai Pemali Masih Dilakukan

 


Brebes – Pencarian terhadap korban dugaan tenggelam di Sungai Pemali, Carsono (56), warga Dukuh Karangsari RT/RW. 01, Desa Bantarwaru, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih terus dilakukan Tim SAR dan BPBD Brebes, komunitas jala ikan Bantarkawung, bersama pihak lainnya dan dibantu segenap komponen masyarakat.









Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, sasaran pencarian di hari kelima masih dalam radius kurang lebih 5 kilometer ke arah hilir dari lokasi dugaan korban hanyut saat menjala ikan pada Minggu petang, 7 Maret 2021 lalu.


“Selain menyusur sungai dan melakukan penyelaman, pencarian juga dilakukan dengan menyusuri bantaran sungai, yang dilakukan oleh Pramuka, RAPI, ACT, Wipala, dan juga masyarakat sekitar,” terangnya.


Ditambahkan Budi Sujatmiko, Koordinator PB BPBD Brebes, bahwa pencarian yang dilakukan dengan perahu karet (LCR), dilakukan sampai dengan sekitar Bendungan Notog.


“Kami juga dibantu perahu karet dari Polres Brebes untuk menambah jumlah armada pencarian, termasuk dari Basarnas Cilacap,” ujarnya. 


Dirinya juga mengapresiasi bantuan dari relawan Bangbara Kecamatan Salem, anak-anak Pramuka, RAPI, ACT, Wipala, dan juga masyarakat sekitar. 


Untuk diketahui, sebelum dilaporkan hilang, Carsono pamit kepada keluarganya untuk menjala ikan di Kali Pemali, di wilayah desanya itu. Beberapa tetangganya yang juga sedang memancing dan menjala ikan, melihat Carsono masih menjala ikan walaupun dalam kondisi hujan dan waktu menjelang magrib (17.30 WIB).


Pasca hujan reda, warga nelayan yang sebelumnya berteduh sudah tidak melihat lagi keberadaan Carsono di sungai, sehingga mereka pun segera memberitahukan kepada keluarganya dan perangkat desa setempat. (Aan)

Selasa, 09 Maret 2021

Jala Ikan di Kali Pemali Brebes, Warga Bantarwaru Diduga Hanyut

 


Brebes – Warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan oleh salah satu warganya yang diduga hanyut di Kali Pemali.






Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa terlapor hilang bernama Carsono (56), warga Dukuh Karangsari  RT/RW. 1, Desa Bantarwaru.


“Pihak Polsek dan Koramil, pagi ini mendapatkan laporan kehilangan dari keluarga Pak Carsono, karena sejak Senin sore (8/3) pukul 16.00 WIB, Pak Carsono belum juga pulang ke rumah,” terangnya, Selasa (9/3/2021).


Dijelaskannya lanjut, saat pergi dari rumah, Carsono pamit akan mencari ikan di Kali Pemali, di wilayah desanya itu.


“Kami berkoordinasi dengan Tim SAR Bumiayu dan masyarakat sekitar Kecamatan Bantarkawung, untuk membantu melakukan pencarian sampai dengan radius 5 kilometer dari Desa Bantarwaru,” tandasnya.


Pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD Brebes untuk pengerahan LCR (perahu karet) guna membantu pencarian di aliran sungai. Termasuk menghimbau kepada masyarakat, agar tidak memaksakan diri untuk mencari ikan guna menopang kebutuhan keluarga, terlebih waktunya menjelang petang dan ditambah situasi Kali Pemali yang merupakan sungai besar di Kabupaten Brebes, sering banjir di musim penghujan ini.


Sampai dengan berita ini diturunkan, Carsono belum ditemukan. (Aan)

Sinergitas, Kodim 0713 Brebes Lakukan Patroli Hutan Bersama Perhutani

 REBES  – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat bersama Kodim 0713 Brebes melaksanakan kegiatan patroli hutan dalam ran...