Tampilkan postingan dengan label Merah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merah. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Mei 2024

Pengecatan Papan Jembatan Gantung Merah Putih 2 Desa Kalinusu Bumiayu

Brebes – Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas hari ini sudah pentahapan pengecatan papan jembatan gantung merah putih  2 Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. Selasa (07/05/2024).


Sebelumnya Jembatan Gantung Merah Putih 3 yang berada di Dukuh Cisa’at, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung sudah berdiri dan dimanfaatkan oleh warga. Komandan Kodim 0713 Brebes bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes terus berupaya dalam membantu masyarakat dalam keterisoliran sehingga masyarakat sepadan dan merasakan seperti daerah lainnya.





Kini giliran warga Kalinusu yang sudah puluhan tahun mengharapkan ada jembatan penghubung guna transportasi baik untuk menempuh jalur pendidikan, jalur hasil pertanian, evakuasi warga sakit dan lainnya sudah dalam pentahapan pengecatan papan jembatan yang sebentar lagi selesai dan terpasang membentang kokoh menghubungkan Desa Kalinusu dan Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung.


“Alhamdulillah saat ini warga dan relawan melakukan pengecatan papan jembatan dengan warna khas merah dan putih untuk kerangka papannya”. Tutur Wasid Kepala Desa Kalinusu.


“Terima kasih Pak Dandim, Matur suwun Pak Bupati Brebes, sebentar lagi kami memiliki Jembatan yang  sudah puluhan tahun diharapkan oelh warga Kalinusu”. Tutupnya.


Kodim 0713 Brebes dan Pemda Brebes bersama dengan Tangan Tuhan Menuju Breebs Berhias membangun 3 Jembatan Gantung bersamaan, diantaranya di Dukuh Wadas Gumantung Desa Kutamendala Tonjong, Desa Kalinusu Bumiayu dan Dukuh Cisa’at Desa Pengarasan Bantarkawung. (Pen0713)

Jumat, 03 Mei 2024

Jembatan Gantung Merah Putih 3 Sudah Jadi, Dukuh Cisa’at Tak Lagi Terisolir

Brebes - Warga di Dukuh Cisa’at Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes akhirnya bisa bernapas lega. Puluhan tahun berharap ada jembatan,  kini impian itu terwujud.


Jembatan Gantung Merah Putih 3 akhirnya akhirnya rampung dikerjakan, Kamis 2 Mei 2024.


Jembatan yang berdiri kokoh membentang panjang kini sudah bisa dilewati anak-anak sekolah, petani, pedagang dan warga pendatang yang ingin mengais rezekinya.


Dulu warga harus berjalan kaki selama 1.5 jam untuk membeli isi tabung gas  3 kg dengan digendong melintasi sungai Glagah, warga yang sakit harus ditandu (pikul) dengan alat seadanya (warga yang sakit diusung dimasukkan kedalam kain sarung) melintasi derasnya air sungai untuk berobat di puskesmas, bukan itu saja, anak sekolah yang akan mengikuti ujian akhir juga mengalami kendala bila banjir meluap deras.  




Pembangunan jembatan gantung ini merupakan inisiasi dari Komandan Kodim (Dandim) 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dan Pj. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum. yang sebelumnya meninjau langsung lokasi pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 3 di Cisa’at.


Berkat dukungan dari seluruh warga Dukuh Cisa’at, dalam waktu 2 bulan jembatan gantung dengan panjang 70 meter ini sudah bisa dinikmati oleh warga.


Kepala Dusun bapak Rio merasa bangga karena sudah memiliki jembatan penghubung antar dukuh itu dengan harapan warga Cisa’at yang dikenal terisolir, kini sudah menjadi Dukuh yang menarik nan indah, karena ada Jembatan Gantung Merah Putih 3 sebagai tempat Destinasi Wisata baru. 


Ada 120 Kepala Keluarga yang selama ini terisolir, kini sudah bisa membuka akses.


"Warga Cisa’at mengandalkan hasil pertanian, bahkan anak sekolah dan perekonomian terhenti jika air sungai meluap, Alhamdulillah kini sudah terbuka lebar untuk anak-anak meraih cita-cita mereka yang lebih tinggi, petani juga mengeluarkan biaya yang minim dalam menjual hasil panen," kata Rio.


“Warga Cisa’at menitikkan air mata saat melangsungkan Do’a Syukur selesainya pembangunan jembatan, wajah mereka seakan-akan tak percaya dengan apa yang mereka lakukan, satu pedukuhan kecil bisa membangun Jembatan yang begitu megah dan mewah terwujud seakan-akan mereka tidak percaya”. Ungkap Kadus Rio.



Merekapun mengucapkan terima kasih kepada Dandim Brebes, Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes, dan relawan serta seluruh yang terlibat dalam pembangunan jembatan gantung tersebut.


"Alhamdulillah hari ini warga Dukuh Cisa’at sudah menikmati Jembatan Gantung Merah Putih 3," ujarnya.


Sementara itu, Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto mengungkapkan bahwa Jembatan Gantung Merah Putih 3 di Dukuh Cisa’at terbangun karena adanya semangat dan gotong-royong warga dan relawan serta campur Tangan Tuhan yang memberikan bantuan baik berupa Material maupun pikiran serta tenaga. Kini Tiang Pancang di Dukuh Cisa’at berdiri menjulang nan kokoh.


“Alhamdulillah berkat gerakan tangan Tuhan dan seluruh warga serta relawan, Jembatan Gantung Merah Putih 3 sudah berdiri tegak, mari kita pelihara dan jaga," ungkap Dandim.


Sementara itu, Perwakilan Tim Pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 3, Cecep, mengungkapkan rasa bangga kepada warga pedukuhan Cisa’at yang penuh semangat tak kenal lelah untuk mencapai cita-cita memiliki Jembatan yang selama ini didam-damkan.


"Tidak ada kata lain, Warga Cisa’at sangat hebat, guyub, kekeluargaan, kompak dan ulet, sehingga terwujudlah mimpi bapak-bapak dan ibu-ibu memiliki Jembatan Gantung Merah Putih 3," katanya. (Pen0713) 

Jumat, 22 Maret 2024

Inilah Pelukan Erat Warga Wadas Gumantung Diatas Jembatan Gantung Merah Putih


Brebes  - Warga Dukuh Wadas Gumantung dan Dukuh Satir merasa lega dan bahagia, karena Jembatan Gantung Merah Putih sudah berdiri kokoh membentang panjang sudah bisa dilewati anak-anak sekolah, petani, pedagang dan warga pendatang yang ingin mengais rejekinya di Desa Kutamendala.


Dandim Brebes Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si berlinang air mata bahagia karena melihat warga Kutamendala memeluknya sambil mengucapkan “Terima Kasih Bapak Dandim, Warga Dukuh Wadas Gumantung kini tidak Terisolir lagi”. Itulah yang diucapkan warga Wadas Gumantung saat Dandim Brebes mengecek Jembatan Gantung Merah Putih 1 yang baru saja selesai dikerjakan oleh TNI, Polri dan warga serta Tangan tangan Tuhan lainnya.


Jembatan Gantung Merah Putih atas inisiasi Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dan PJ. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum serta dukungan dari seluruh warga Desa Kutamendala, dalam waktu 2,5 bulan Jembatan Gantung sudah bisa dinikmati oleh warga.


Tampak terlihat betapa indahnya Jembatan Gantung berdiri, dan seperti mimpi hanya dalam waktu singkat kini warga sudah bisa berjalan diatas Jembatan. 


Ini adalah hasil atas perjuangan yang dilakukan warga Wadas Gumantung dalam menggapai mimpinya memiliki akses jalan penghubung untuk menikmati kemerdekaan seperti di daerah-daerah lain.


Dandim, Bupati, Kapolres bersama Suntana Ketua Tim Pembangunan Jembatan Gantung di Wadasgumantung mensuport penuh untuk kelancaran pembanguna  ini, dimana TNI-Polri dan Pemerintah Daerah sudah sepantasnya selalu bersinergi dalam membantu masyarakat diwilayah.


Semangat warga dan relawan melaksanakan Gotong Royong Gerakan Tangan Tuhan menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas terwujud hari ini, Kini Tiang Pancang di Dukuh Wadas Gumantung berdiri menjulang nan kokoh. Kamis (21/03/2024).


“Alhamdulillah Gotong Royong Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan seluruh warga serta relawan, Jembatan Gantung Merah Putih sudah berdiri tegak antara Dukuh Satir dan Dukuh Wadas Gumantung, silahkan dipelihara dan dijaga dengan baik, Jembatan ini adalah milik Warga Wadas Gumantung”. Papar Dandim.


Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan, melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias Dengan Tulus Ikhlas Jembatan Gantung bersama dengan Pemerintah Daerah untuk membantu kesulitan rakyat hanya bisa dikerjakan oleh tangan tangan Tuhan yang rela memberikan pemikiran, materi dan tenaga tanpa imbalan apapun, kecuali mencari pahala dan rejeki serta keridhoan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.


“Melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias Dengan Tulus Ikhlas Kodim 0713 Brebes Korem 071 Wijayakusuma bersama Pemda Brebes kini sudah terpasang dan akan melanjutkan kembali pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 2 di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan Jembatan Gantung Merah Putih 3 di Dukuh Cisa’at, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung yang akan menghubungnkan Kabupaten Brebes ke Kabupaten Tegal, Membangun Jembatan Gantung ini adalah agar anak-anak bisa menikmati sekolah dengan baik dan tidak ada kendala dalam transportasi jalan atau jembatan sebagai penghubung ke sekolah, berobat ke puskesmas dan Rumah Sakit, ke pasar dan lainnya”. Tutur Dandim Brebes.


Kepala Desa Kutamendala H. Fathuri S.Ag. langsung merangkul dan memeluk Dandim bersama warga dan melakukan sujud syukur diatas Jembatan Gantung karena 270 Kepala Keluarga (1.000 jiwa) yang berada di Dukuh Wadas Gumantung tidak lagi terisolir.


“Saya hanyut dalam kebahagiaan dengan meneteskan air mata sambil memeluk Bapak Dandim, Terima Kasih Pak Dandim, Terima Kasih Pak Bupati Brebes, Jembatan Gantung Merah Putih sudah berdiri untuk kami”. Tutup Kades terisak-isak dipelukan Dandim.


Jembatan Gantung Merah Putih sudah bisa digunakan sebelum Idul Fitri 1445 H/2024 M, bahkan setiap sore banyak warga yang mengunjungi sambil menunggu waktu berbuka puasa.


Jembatan Gantung Merah Putih 1 Dukuh Wadas Gumantung akan menjadi saksi betapa sulitnya daerah yang terisolir dan banyak anak-anak yang ingin meraih mimpi hingga menjadi Bupati, Gubernur, TNI, Polri dan juga Menteri. (Pen0713)

Jembatan Gantung Merah Putih 3 Juga Sudah Mulai Dikerjakan

 





Brebes – Berawal dari laporan warga yang ditanggapi serius oleh Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si dan PJ. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum bahwa ada warga yang sakit ditandu dengan kain sarung melintasi sungai Glagah untuk berobat diwilayah Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, hal ini disampaikan salah satu warga Dukuh Cisa’at bahwa saat warga ada yang sakit dan ingin berobat harus melintasi sungai, itulah satu-satunya jalan yang harus dilewati karena dianggap paling dekat dengan pusat kesehatan.


Bukan hanya warga yang sakit saja, hasil pertanian, perkebunan dan peternakan juga harus melintasi sungai serta anak-anak yang memiliki cita-cita tinggi terhambat dengan derasnya air sungai Glagah yang akhirnya harus kembali terpaksa belajar dirumah 

Karena banjir.


Kodim 0713 Brebes, Polres dan Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes terketuk akan hal ini, dengan Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dan bekerja Tulus dan Ikhlas, hari ini sudah dimulai pengerjaan penggalian untuk pondasi tiang pancang Jembatan Gantung yang dinamakan Jembatan Gantung Merah Putih 3. Kamis (21/03/2024).


Sebelumnya Kodim, Polres dan Pemda Brebes sudah membangun Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Dukuh Wadas Gumantung Kecamatan Tonjong saat ini sudah bisa digunakan oleh warga, selanjutnya Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang berada di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan sekarang Pembangunan Jembatan Merah Putih 3 di Desa Pengarasan Kecamatan Bantarkawung sudah memasuki pembuatan lubang tiang pancang.


Menurut Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si bahwa saat ini sudah ad 3 Jembatan Gantung yang dibangun dengan menggunakan system Karya Bhakti TNI bersama Polri dan masyarakat dalam pembuatan akses jalan Jembatan Gantung sungai Glagah sebagai akses untuk melayani warga Dukuh Cisa'at, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes menuju Desa Kesambi Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal.


“Bismillah, warga Dukuh Cisa’at nantinya akan dipermudah dalam mengevakuasi apabila ada yang sakit dan anak-anak sekolah bisa kejenjang lebih tinggi lagi dengan akses jalan melalui Jembatan Gantung”. Papar Dandim Letkol Sapto Broto.


“Jembatan Gantung Merah Putih 3 ini yang nantinya sebagai akses untuk mempermudah perjalanan warga Dukuh Cisa'at menuju pasar guna memenuhi kebutuhan ekonomi, sekolah tingkat SMP dan SMA serta Puskesmas untuk berobat atau bagi ibu hamil yang akan melahirkan”. Imbuhnya.


Sesuai data sensus BPS Kabupaten Brebes tahun 2020, Desa Pengarasan memiliki 11.945 jiwa, sehingga apabila Jembatan Gantung Merah Putih 3 ini terwujud maka warga Dukuh Cisa’at yang berjumlah 302 KK terselamatkan dari keterisoliran. (Pen0713).

Jembatan Gantung Merah Putih 2 Akan Dibangun di Desa Kalinusu

 






Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias hari ini telah selesai melaksanakan karya bakti penggalian lubang pondasi angkur untuk Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang akan menghubungkan antar 2 kecamatan yakni di Dukuh Kutagaluh, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu dan Dukuh Karangwungu, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah akan terhubung oleh Jembatan Gantung Merah Putih 2 sepanjang 70 meter. Kamis (21/03/2024).


Sebelumnya telah terwujud 100 persen Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Dukuh Wadas Gumantung yang menghubungkan ke Dukuh Satir Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong, dan kini dilanjutkan pembanguna  Jembatan Gantung Merah Putih 2 di Desa Kalinusu Bumiayu.


Dikatakan Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bahwa pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih yang kedua ini atas dasar permintaan warga masyarakat dimana apabila banjir di sungai Kalinusu aktivitas warga terhenti dan harus berputar melewati pusat kota Bumiayu dengan menghabiskan waktu 45 menit.


Dengan dasar tersebut, Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama Pj. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum merespon dengan cepat, mengingat kebutuhan Jembatan di Kalinusu sangat diharapkan sudah berpuluh-puluh tahun oleh warga.


Kepala Desa Kalinusu Wasid bersama puluhan warga menyambut Dandim saat cek lokasi yang akan dibangun Jembatan Gantung dengan berharap mimpinya bersama warga terwujud memiliki Jembatan.


“Saya seperti bangun dari tidur langsung disamber petir, tiba-tiba Pak Dandim datang dan menerima keluhan warga tentang akses jembatan yang sangat vital dalam aktivitas keseharian warga saya sehari-hari”. Tutur Wasid.


“Saat sungai banjir, anak-anak sekolah tidak bisa berangkat dan perekonomian tersendat dan harus mengeluarkan ongkos dan biaya lumayan banyak, sehingga keuntungan pedagang dan petani sangat sedikit (pas-pasan)”. Imbuhnya.


“Apalagi pernah ada ibu-ibu yang akan melahirkan bahkan orang dewasa dan anak-anak saat mengalami sakit harus menahan diri menunggu air sungai surut atau harus berputar menuju pusat kota Bumiayu”. Sebut Kades Kalinusu.


“Sungguh Allah Maha melihat dan mengetahui segala sesuatunya, melalui Pak Dandim Brebes Letkol Sapto Broto ini diwujudkan melalui programnya Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias”. Papar Kades Wasid.


Melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias, Dandim 0713 Brebes akan selalu membantu kesulitan masyarakat dengan selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Polri dan seluruh stakeholder guna membantu pemerintah dalam membangun NKRI.


“Alhamdulillah Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Desa Kutamendala sudah selesai, itu karena Pemda, Polri, warga masyarakat melalui doa dan pikiran serta tenaganya membantu mendirikan Jembatan Gantung Merah Putih 1 dengan Tulus dan Ikhlas”. Papar Dandim.


Perlu diketahui bahwa Jembatan Gantung Merah Putih 1 adalah Jembatan Gantung pertamakalinya berdiri di Kabupaten Brebes, yakni di Desa Kutamendala dengan bentangan panjangnya 70 meter dan lebar 2 meter dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh warga. (Pen0713).

Terima Kasih Pak Dandim, Jembatan Gantung Merah Putih Sudah Jadi

 





Brebes  - Warga Dukuh Wadas Gumantung dan Duku Satir khususnya (19/03) merasa lega dan bahagia, karena Jembatan Gantung Merah Putih sudah berdiri kokoh membentang panjang sudah bisa dilewati anak-anak sekolah, petani, pedagang dan warga pendatang yang ingin mengais rejekinya di Desa Kutamendala.


Jembatan Gantung Merah Putih atas inisiasi Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dan PJ. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum serta dukungan dari seluruh warga Desa Kutamendala, dalam waktu 2,5 bulan Jembatan Gantung sudah bisa dinikmati oleh warga.


Tampak terlihat betapa indahnya Jembatan Gantung berdiri, dan seperti mimpi hanya dalam waktu singkat kini warga sudah bisa berjalan diatas Jembatan. 


Ini adalah hasil atas perjuangan yang dilakukan warga Wadas Gumantung dalam menggapai mimpinya memiliki akses jalan penghubung untuk menikmati kemerdekaan seperti di daerah-daerah lain.


Dandim, Bupati, Kapolres bersama Suntana Ketua Tim Pembangunan Jembatan Gantung di Wadasgumantung mensuport penuh untuk kelancaran pembanguna  ini, dimana TNI-Polri dan Pemerintah Daerah sudah sepantasnya selalu bersinergi dalam membantu masyarakat diwilayah.


Semangat warga dan relawan melaksanakan Gotong Royong Gerakan Tangan Tuhan menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas terwujud hari ini, Kini Tiang Pancang di Dukuh Wadas Gumantung berdiri menjulang nan kokoh. Kamis (21/03/2024).


“Alhamdulillah berkat Gerakan Tangan Tuhan dan seluruh warga serta relawan, Jembatan Gantung Merah Putih sudah berdiri tegak antara Dukuh Satir dan Dukuh Wadas GUmantung”. Papar Dandim.


Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan, melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias Dengan Tulus Ikhlas Jembatan Gantung bersama dengan Pemerintah Daerah untuk membantu kesulitan rakyat hanya bisa dikerjakan oleh tangan tangan Tuhan yang rela memberikan pemikiran, materi dan tenaga tanpa imbalan apapun, kecuali mencari pahala dan rejeki serta keridhoan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.


“Melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias Dengan Tulus Ikhlas Kodim 0713 Brebes Korem 071 Wijayakusuma bersama Pemda Brebes kini sudah terpasang dan akan melanjtkan kembali pembangunan Jembatan Gantung di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Membangun Jembatan Gantung ini adalah agar anak-anak bisa menikmati sekolah dengan baik dan tidak ada kendala dalam transportasi jalan atau jembatan sebagai penghubung ke sekolah”. Tutur Dandim Brebes.


Sementara Suntana mengungkapkan rasa bangga kepada kedua warga pedukuhan yang penuh semangat tak kenal lelah, baik bapak-bapak, emak-emak, anak-anak dan relawan terus bekerja sehingga terwujudlah mimpinya memiliki Jembatan Gantung Merah Putih.


“Saya terharu dan bangga, seluruh warga di Desa Kutamendala sangat guyub dan kompak dalam pembangunan Jembatan Gantung, semoga ini menjadi ladang ibadah dari Kodim, Tim Pembangunan dan seluruh warga serta relawan”. Tutur Suntana.


Diseberang utara sungai Dukuh Satir, Kepala Desa Kutamendala H. Fathuri S.Ag. merasa bangga karena sudah memiliki Jembatan Pengbuhung antar Dukuh, sehingga warga saya 270 Kepala Keluarga (1.000 jiwa)  yang selama ini terisolir, bahkan anak sekolah dan perekonomian di Dukuh Wadas Gumantung terhenti kini sudah terbuka lebar untuk meraih cita-cita mereka yang lebih tinggi.


“Setelah melihat Jembatan Gantung berdiri, saya menitikkan air mata, syukur Alhamdulillah, ini terwujud melalui campur tangan Tuhan, dalam waktu singkat Tiang Jembatan bisa digunakan”. Tutur Kepala Desa.


“Terima Kasih Pak Dandim, Terima Kasih Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes, Terima Kasih Pak Suntana dan relawan serta seluruh yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Gantung yang akan mebuka keterisoliran dukuh di desa kami” imbuhnya.


"Alhamdulillah hari ini warga Dukuh Wadas Gumantung sudah menikmati Jembatan Gantung Merah Putih”. tutup Kades. (Pen0713)

Rabu, 21 Februari 2024

Pangdam IV/Diponegoro Meninjau Langsung Progres Pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih

      


Brebes – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tandyo Budi, R., S, Sos., meninjau langsung progres pembangunan jembatan gantung Merah Putih yang menghubungkan Dukuh Satir ke Dukuh Wadas Gumantung yang ada di Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Sekaligus menggelar Baksos bagi masyarakat sekitar. Rabu (21/2/2024).



Pembangunan jembatan yang dibangun merupakan jawaban dari kesulitan yg dialami masyarakat Tonjong, dimana nantinya memberikan dampak yang sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat, pasalnya sudah bertahun-tahun masyarakat terisolir akibat kurangnya akses penghubung antar Desa.


Pangdam mengatakan pembangunan tersebut merupakan kerjasama antara Kodam IV/Diponegoro bersama Polri dan Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi memberikan kesejateraan masyarakat dan mengatasi segala kendala yang ada ditengah-tengah masyarakat.


“Mudah-mudahan jembatan ini bermanfaat banyak untuk bapak ibu sekalian dan nanti jika sudah jadi dijaga karena ini milik bersama”, Ucap Pangdam.


Demikian dengan niat yang tulus untuk membantu sesama, Pangdam berdoa kiranya jembatan tersebut memiliki usia pakai yang lama.


“Yang penting niat kita ibadah niat kita untuk masyarkat pasti ada jalan. Kerja bareng-bareng nanti setelah jadi ini milik bapak-ibu sekalian”, Tambahnya.



Selanjutnya terkait dengan hasil Pemilu pada 14 Februari lalu, Pangdam menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menunggu ketetapan resmi dari KPU dengan tetap menjaga kondusifitas.


“Kita menunggu keputusannya apa, kita sebagai warga negara yang baik harus menerima keputusan itu, karena semuanya pasti untuk kebaikan masyarakat”, imbuhnya.


Kiranya setelah ditetapkan pemimpin yang baru dapat meneruskan kebijakan dari pemerintah sebelumnya sehingga Indonesia dari waktu ke waktu semakin maju.


“Maturnuwun sudah rawuh kerja bareng nanti kalo sudah jadi kita jaga bareng bareng, niku namene gotong-royong”, Tutup Pangdam sembari membagikan Doorprize dan tali asih kepada warga.


Pada pelaksanaannya kegiatan tersebut dihadiri oleh Pj. Bupati Brebes, para PJU Kodam IV/Diponegoro, Kepolisian Kabupaten Brebes, tokoh masyarakat, agama, pemuda hingga seluruh masyarakat Desa Kutamendala. (Pendam IV/Diponegoro)

Sinergitas, Kodim 0713 Brebes Lakukan Patroli Hutan Bersama Perhutani

 REBES  – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat bersama Kodim 0713 Brebes melaksanakan kegiatan patroli hutan dalam ran...