Tampilkan postingan dengan label Warga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2024

Jembatan Gantung Merah Putih 3 Sudah Buka Keterisoliran Warga Dukuh Cisa’at

Brebes - Puluhan tahun terisolir warga Dukuh Cisa’at, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes kini bernafas lega karena Dukuh mereka yang berada masuk wilayah Desa Pengarasan sedang dibangun jembatan yang akan membuka Dukuh Cisa’at dengan melintasi atas sungai Glagah.


Harapan mereka terwujud atas inisiatif kuat dari warga, relawan serta didukung Kodim 0713 Brebes dan Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes dengan memberikan berupa material tiang pancang, sling, semen, papan jembatan dan terealisasinya jembatan atas Inisiatif Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama PJ. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar. S.H., M.Hum.







Dengan dibangunnya jembatan gantung tersebut, warga yang akan menuju ke kota pusat peemrintahan baik untuk sekolah, berdagang, kesehatan, dan aktivitas lainnya, tidak lagi menyusuri sungai. Namun mereka dapat menggunakan jembatan yang jauh lebih aman apalagi ketika air sungai meluap atau banjir.


Puluhan tahun lalu, Dukuh Cisa’at sangat mengharapkan jembatan guna beraktifitas menjalankan roda perekonomian dan pendidikan. Namun pada tahun 2024 awal, angin segar diterima warga Cisa’at yang memiliki 100 KK dari Komandan Kodim dan PJ Bupati yang secara langsung meninjau lokasi tempat dimana akan dibangunkannya Jembatan Gantung Merah Putih 3.


Dandim 0713 Brebes mengatakan “Alhamdulillah berkat bantuan Tangan Tangan Tuhan, Jembatan Gantung sepanjang 60 meter di Dukuh Cisa’at ini akan digunakan secepatnya, terbukti hari ini sudah pemasangan papan dan finishing”. Tutur Dandim.


“Himbauan dari Bapak PJ. Bupati Brebes agar warga masyarakat yang memanfaatkan Jembatan Gantung Merah Putih 3 ini agar merawat bersama-sama hingga anak cucu”. Tutupnya.


Sementara Batituud Koramil 12 Bantarkawung, Peltu Diono menambahkan bahwa dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 3 ini dikerjakan hanya 30 orang dipimpin Suntana dari Bogor sebagai pengawas.


Disamping Dukuh Cisa’at yang sudah terlaksana pembangunannya, ada satu lagi Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang sekarang masih berproses pembuatan talud tiang pancang, yakni di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu.


Kodim 0713 Brebes dan Pemda saat ini sedang membangun 3 Jembatan Gantung Merah Putih, yang sudah digunakan adalah di Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Dukuh wadas Gumantung Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong, Jembatan Gantung Merah Putih 2 di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan Jembatan Gantung Merah Putih 3 di Dukuh Cisa’at Desa Pengarasan Kecamatan Bantarkawung.


Melalui Program Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas, Dandim dan PJ. Bupati Brebes akan memberikan kiprahnya untuk membantu dan mensejahterakan masyarakat Brebes. (pen0713).

Selasa, 26 Maret 2024

Semangat Para Warga Melaksanakan Pengecoran Angkur Jembatan

Brebes – Dengan penuh semangat para warga Desa Kalinusu melaksanakan Kerja Bakti Pengecoran Angkur  Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang menghubungkan antara Dukuh Kutagaluh, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, dengan Dukuh Karangwungu, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Senin (25/03/2024)


Meski masih dalam bulan puasa, semangat gotong royong warga tetap menyala, mereka bahu membahu bersama Anggota Koramil 08/Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma melaksanakan Kerja Bakti Pengecoran Angkur  Jembatan.



Dengan dibangunnya jembatan gantung sepanjang 70 meter membuat rasa senang dan bahagia yang dirasakan warga Desa Kalinusu dan Desa Pangebatan yang telah lama memimpikan untuk mempunyai jembatan sebagai penghubung dua Desa.









Kepala Desa Kalinusu Bapak Wasid (47), mengaku senang dan bersyukur atas adanya pembangunan jembatan, dengan adanya pembangunan ini akan mempermudah akses warga dalam beraktivitas antar kedua desa.


"Sebelumnya warga yang akan pergi ke kota Bumiayu atau ke Rumah Sakit dan Kantor Pemerintahan harus memutar jauh dengan waktu ±30 menit perjalanan. Jembatan ini juga akan mempermudah bagi Guru dan Anak-anak sekolah" ujarnya.


Bapak Wasid menambahkan, apabila jembatan ini sudah jadi dan bisa digunakan akan menghemat waktu, yang sebelumnya membutuhkan waktu ±30 menit menjadi ±15 menit untuk menuju Kota Bumiayu. (Pen0713)

Jumat, 22 Maret 2024

Inilah Pelukan Erat Warga Wadas Gumantung Diatas Jembatan Gantung Merah Putih


Brebes  - Warga Dukuh Wadas Gumantung dan Dukuh Satir merasa lega dan bahagia, karena Jembatan Gantung Merah Putih sudah berdiri kokoh membentang panjang sudah bisa dilewati anak-anak sekolah, petani, pedagang dan warga pendatang yang ingin mengais rejekinya di Desa Kutamendala.


Dandim Brebes Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si berlinang air mata bahagia karena melihat warga Kutamendala memeluknya sambil mengucapkan “Terima Kasih Bapak Dandim, Warga Dukuh Wadas Gumantung kini tidak Terisolir lagi”. Itulah yang diucapkan warga Wadas Gumantung saat Dandim Brebes mengecek Jembatan Gantung Merah Putih 1 yang baru saja selesai dikerjakan oleh TNI, Polri dan warga serta Tangan tangan Tuhan lainnya.


Jembatan Gantung Merah Putih atas inisiasi Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dan PJ. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum serta dukungan dari seluruh warga Desa Kutamendala, dalam waktu 2,5 bulan Jembatan Gantung sudah bisa dinikmati oleh warga.


Tampak terlihat betapa indahnya Jembatan Gantung berdiri, dan seperti mimpi hanya dalam waktu singkat kini warga sudah bisa berjalan diatas Jembatan. 


Ini adalah hasil atas perjuangan yang dilakukan warga Wadas Gumantung dalam menggapai mimpinya memiliki akses jalan penghubung untuk menikmati kemerdekaan seperti di daerah-daerah lain.


Dandim, Bupati, Kapolres bersama Suntana Ketua Tim Pembangunan Jembatan Gantung di Wadasgumantung mensuport penuh untuk kelancaran pembanguna  ini, dimana TNI-Polri dan Pemerintah Daerah sudah sepantasnya selalu bersinergi dalam membantu masyarakat diwilayah.


Semangat warga dan relawan melaksanakan Gotong Royong Gerakan Tangan Tuhan menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas terwujud hari ini, Kini Tiang Pancang di Dukuh Wadas Gumantung berdiri menjulang nan kokoh. Kamis (21/03/2024).


“Alhamdulillah Gotong Royong Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan seluruh warga serta relawan, Jembatan Gantung Merah Putih sudah berdiri tegak antara Dukuh Satir dan Dukuh Wadas Gumantung, silahkan dipelihara dan dijaga dengan baik, Jembatan ini adalah milik Warga Wadas Gumantung”. Papar Dandim.


Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan, melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias Dengan Tulus Ikhlas Jembatan Gantung bersama dengan Pemerintah Daerah untuk membantu kesulitan rakyat hanya bisa dikerjakan oleh tangan tangan Tuhan yang rela memberikan pemikiran, materi dan tenaga tanpa imbalan apapun, kecuali mencari pahala dan rejeki serta keridhoan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.


“Melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias Dengan Tulus Ikhlas Kodim 0713 Brebes Korem 071 Wijayakusuma bersama Pemda Brebes kini sudah terpasang dan akan melanjutkan kembali pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 2 di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan Jembatan Gantung Merah Putih 3 di Dukuh Cisa’at, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung yang akan menghubungnkan Kabupaten Brebes ke Kabupaten Tegal, Membangun Jembatan Gantung ini adalah agar anak-anak bisa menikmati sekolah dengan baik dan tidak ada kendala dalam transportasi jalan atau jembatan sebagai penghubung ke sekolah, berobat ke puskesmas dan Rumah Sakit, ke pasar dan lainnya”. Tutur Dandim Brebes.


Kepala Desa Kutamendala H. Fathuri S.Ag. langsung merangkul dan memeluk Dandim bersama warga dan melakukan sujud syukur diatas Jembatan Gantung karena 270 Kepala Keluarga (1.000 jiwa) yang berada di Dukuh Wadas Gumantung tidak lagi terisolir.


“Saya hanyut dalam kebahagiaan dengan meneteskan air mata sambil memeluk Bapak Dandim, Terima Kasih Pak Dandim, Terima Kasih Pak Bupati Brebes, Jembatan Gantung Merah Putih sudah berdiri untuk kami”. Tutup Kades terisak-isak dipelukan Dandim.


Jembatan Gantung Merah Putih sudah bisa digunakan sebelum Idul Fitri 1445 H/2024 M, bahkan setiap sore banyak warga yang mengunjungi sambil menunggu waktu berbuka puasa.


Jembatan Gantung Merah Putih 1 Dukuh Wadas Gumantung akan menjadi saksi betapa sulitnya daerah yang terisolir dan banyak anak-anak yang ingin meraih mimpi hingga menjadi Bupati, Gubernur, TNI, Polri dan juga Menteri. (Pen0713)

Rabu, 21 Februari 2024

Sinergi Bergotong Royong Memuwujudkan Impian Warga Masyarakat

  





Brebes – Peninjauan Jembatan Gantung sekaligus Bakti Sosial Pangdam IV/Diponogoro Mayjen TNI Tandyo Budi R., S.Sos di Lokasi Jembatan Gantung Merah Putih Dukuh Wadas Gumantung Dukuhsatir, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Berlangsung hari ini. Rabu (21/02/2024) 


Dalam Kunjungan tersebut Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponogoro Mayjen TNI Tandyo Budi R., S.Sos melihat secara langsung kondisi lokasi jembatan Gantung Merah Putih yang sedang dikerjakan oleh TNI, Pemda dan juga warga masyarakat dan para relawan. 


Menurut Pangdam IV/Diponogoro jajarannya akan terus berupaya hadir ditengah warga yang membutuhkan seperti di Dukuh Wadas Gumantung Desa Kutamendala bersama jajarannya dan seluruh TNI bersama Pemerintah hadir untuk sinergi bergotong royong memuwujudkan impian warga masyarakat untuk memiliki akses jalan yang layak khususnya Jembatan penyebrangan sungai Glagah. 


Ditambahkan Jenderal Bintang Dua ini selama ini lebih kurang 275 KK atau sekira 1200 jiwa yang ada di Dukuh Wadas Gumantung ketika turun hujan dan sungai Glagah banjir mereka terisolir. 


Mayjen TNI Tandyo Budi R., S.Sos dalam kesempatan tersebut juga berdialog secara langsung dengan warga masyarakat sekitar dan memberikan hadiah kenang-kenangan sepeda, kulkas, televisi, alat pertanian dan sembako. 


Sementara itu Pj. Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar, SH, M.Hum yang ikut serta mendampingi rombongan Pangdam IV/Diponogoro mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI khusunya Kodam IV/Diponogoro dan Kodim 0713 Brebes yang telah ikut serta membantu Pemkab Brebes dalam memberikan fasilitas yang layak bagi warga Brebes khusunya yang ada di Dukuh Wadas Gumantung Desa Kutamendala Kec. Tonjong Kab. Brebes dan daerah lainnya yang sudah disurvey oleh tim.


Dengan adanya jembatan gantung Merah Putih yang sedang dibangun tersebut Pj. Bupati Brebes berharap kedepannya warganya tidak ada lagi yang kesulitan dalam membawa hasil pertanian untuk di jual ke pasar atau saat warganya mengalami sakit dapat dengan mudah membawanya ke pusat kesehatan dalam kondisi cuaca apapun.


Kemudian salah satu penerima rejeki hadiah sepeda salah satunya Andriyani kelas $ SD mengatakan sangat senang mendapatkannya karena tidak disangka-sangka mendapatkan sepeda sesuai dengan impian. 


“Terima Kasih Bapak Pangdam Hadia Sepedanya” ucanya singkat sambil matanya berkaca-kaca saat menerima langsung dari tangan Pangdam IV/Diponegoro dihapadan ratusan warga Kutamendala. (topfm/Pen0713).

Minggu, 04 Februari 2024

Babinsa dan Warga kumpulkan bahan material pembuatan Jembatan Gantung

  

 Brebes – Ratusan warga Dukuh Wadas Gumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes bersama-sama TNI dari Koramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma terlihat sedang guyub mengumpulkan material berupa pasir untuk persiapan pembangunan Jembatan Gantung yang sebentar lagi akan terwujud. Minggu (04/02/2024).


Bati Tuud Koramil 09 Tonjong Pelda Ibrahim didampingi Kepala Desa Kutamendala H. Fathuri S.Ag beserta Relawan Brebes Selatan dan warga berhasil mengumpulkan pasir 20 m³ dan batu kali sebanyak 17 m³ dengan menggunakan alat seadanya. 


Kepala Desa Kutamendala mengatakan bahwa karya bakti ini atas inisiasi dari warga dan relawan dan juga TNI Koramil 09 Tonjong untuk mempermudah persiapan pembangunan Jembatan Gantung di Dukuh Wadas Gumantung.


“Alhamdulillah hari ini semua guyub saling membantu dalam mengumpulkan material berupa batu dan pasir untuk pondasi tiang pancang Jembatan Gantung, semua melakukan dengan rasa senang karena sebentar lagi warganya tidak terisolir lagi”. Ungkap H. Fathuri.


“Terima Kasih Pak Dandim, warga sangat senang dengan kedatangan besi tiang pancang kemarin, dan sekarang bersama warga menindaklanjutinya dengan menyiapkan material sebagai pendukung untuk pembuatan pondasi tiang pancang, bila dirasakan kurang, besok warga siap melaksanakan karya bakti kembali”. Tutur Kepala Desa.


Sementara Batituud Koramil 09 Tonjong Ibrohim mengatakan “Ratusan warga dan relawan membantu dalam mengumpulkan material batu dan pasir dengan sukarela, seperti yang disampaikan Dandim 0713 Brebes bahwa pekerjaan ini merupakan Gerakan Tangan Tuhan dimana dengan Tulus dan Ikhlas melakukan hal yang terbaik untuk membangun Brebes Berhias menjadi lebih baik”. Papar Ibrohim.


Sebelumnya para relawan dan warga melaksanakan apel dilanjutkan pembagian tugas agar karya bakti pengumpulan material batu dan pasir berjalan cepat dan efesien yaitu dengan cara estafet pembawaan materialnya dari sungai menuju tanggul kali. (Pen0713).

Jumat, 29 Desember 2023

Patroli Malam, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sambangi Warga Jelang Tahun Baru 2024

 


Brebes – Beginilah upaya Babinsa dan Babhinkamtibmas dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Kersana Sertu Karsimin dan Bhabinkamtibmas patroli malam sambangi warga di wilayah binaan.


Dalam pelaksanaan patroli malam Sertu Karsimin menyempatkan singgah ke Pos Kamling dan warung kopi yang berada di Desa Kersana, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis malam (28/12/2023).




Sertu Karsimin mengatakan patroli malam ini tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana kesadaran warga dalam melaksanakan ronda malam. Karena sejatinya keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) akan terwujud dengan baik apabila tumbuh kesadaran dengan sendirinya dari warga terhadap lingkungannya, apalagi 2 hari lagi ada pergantian malam tahun baru.

Kesempatan itu Babinsa juga memberikan pesan pesan kamtibmas agar saat ronda keliling kampung minimal berjumlah dua orang, supaya apabila menemukan sesuatu hal bisa berkoordinasi satu sama lainnya.

Dan juga meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan rumah masing - masing, cek semuanya sebelum tidur. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pungkas Babinsa. (Pen0713).

Bantu Kesulitan Rakyat, Babinsa Turun Tangan Bangun Rumah Warga

   Bantu Kesulitan Rakyat, Babinsa Turun Tangan Bangun Rumah Warga


Brebes - Sebagai wujud kemanunggalan TNI dan Rakyat, Babinsa Koramil 10 Sirampog, Serma Agus Susilo membantu pembangunan rumah milik salah satu warga binaannya di Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (29/12/2023).



Disamping tugas lainnya, Serma Agus Susilo menyampaikan kegiatannya dalam membantu membangun rumah warga ini merupakan salah satu upaya untuk terus menjalin kebersamaan dan kerjasama dengan warga yang ada di wilayah binaan guna untuk meringankan beban warganya.

“Hal ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai Babinsa untuk membantu meringankan beban masyarakat. Oleh karenanya, kami dituntut sigap dan tanggap atas segala kesulitan yang dihadapi warga, sehingga dapat terwujud kekompakkan, keharmonisan dan kemanunggalan TNI-Rakyat,” pungkas Serma Agus.


Sementara itu, pemilik rumah Wahyono (66) mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Bapak Babinsa. “Kami sangat apresiasi atas kepedulian Babinsa kepada warga binaannya, semoga Allah SWT selalu melindungi dan selalu di berikan kesehatan dalam setiap tugasnya. (Pen0713).

Kamis, 07 Juli 2022

TNI, Warga, dan Mahasiswa KKN ITB Bersih-bersih Saluran Drainase

 



Brebes – Anggota Koramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes bersama warga Kampung Pancasila Desa Kedunguter, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersih-bersih saluran drainase tersier. Jumat (8/7/2022).

Tak hanya itu, beberapa Mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sedang KKN di Kampung Pancasila itu juga ikut terlibat.

Disampaikan Danramil 01 Brebes melalui Peltu Sudirman, drainase di beberapa titik jalan Desa Kedunguter tertutup sampah maupun endapan lumpur sehingga mengakibatkan aliran air tidak lancar.

“Kita ajak warga untuk terus peduli lingkungannya, khususnya membersihkan saluran pembuangan, karena jika air lancar maka banjir tidak terjadi, jalan menjadi awet, dan tentu saja lingkungan tidak terlihat kumuh/ jorok,” katanya.

Lanjutnya, pembersihan drainase juga untuk mengoptimalkan kegiatan pertanian terutama di musim kemarau.

“Kita berharap nantinya saluran dapat menyalurkan air lebih banyak ke sawah-sawah petani,” sambungnya.

Sementara itu Agus Sugandi selaku perangkat desa setempat menyatakan apresiasi atas motivasi menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal demi kesehatan dan keindahan. (Aan)

Senin, 15 Maret 2021

Jasad Warga Tegongan Tanjung Brebes, Ditemukan di Dalam Sumur

 


Brebes – Salah satu warga Desa Tegongan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tewas tercebur ke dalam sumur. Senin petang (15/3/2021).





 

Dijelaskan Danramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Dipo Suyatno melalui Pelda Rullyon (Bati Tuud), korban berinisial K dengan umur 40 tahun, pekerjaan buruh serabutan.

 

“Jasad almarhum ditemukan sekitar pukul 18.31 WIB, di dalam sumur di rumahnya, setelah dilakukan penyedotan air dengan pompa air oleh warga setempat,” terangnya.

 

Dijelaskan lebih mendetail tentang kronologi kejadian, bahwa S (53), selaku orang tua, sebelumnya merasa curiga jika anaknya tercebur ke dalam sumur, karena mendapati sandal jepit dan baju yang dipakai anaknya berada di pinggir sumur, dan hingga pukul pukul 17.00 WIB, korban belum pulang ke rumah.

 

“Kebiasaan dari korban adalah cuci kaki dan mandi di sumur selepas mencari pete, dan kemungkinan saat penyakit bawaan epilepsinya kambuh, korban terjatuh dan masuk ke sumur tanpa seorang pun mengetahuinya,” sambungnya.

 

Dengan bambu, para tetangga sempat mencari K di dalam sumur namun tidak ada tanda-tanda keberadaan jasadnya. Kemudian warga yang penasaran akhirnya menyedot air sumur dengan pompa air, dan setelah air surut jasad baru terlihat.


Babinsa setempat juga melakukan himbauan kepada warga sekitar agar lebih memperhatikan anggota keluarganya, termasuk meningkatkan keamanan lubang sumur untuk meminimalisir resiko anak terjebur. 

 

Ditambahkannya, jenazah akan dimakamkan besok pagi di TPU desa setempat. (Aan)

Sinergitas, Kodim 0713 Brebes Lakukan Patroli Hutan Bersama Perhutani

 REBES  – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat bersama Kodim 0713 Brebes melaksanakan kegiatan patroli hutan dalam ran...