Senin, 04 Oktober 2021

Doa Dari Brebes Untuk Keutuhan dan Keselamatan NKRI

 

Brebes – Jelang 5 Oktober 2021 atau HUT ke-76 TNI, keluarga besar Kodim 0713 Brebes menggelar doa bersama di Masjid Darut Taqwa, Makodim Brebes, Jalan Pusponegoro No. 56. Senin (4/10/2021).

H. Astori Agus SE dari Desa Pebatan Kecamatan Wanasari, memimpin doa selepas pelaksanaan shalat dzuhur berjamaah yang juga dihadiri warga sekitar.

“Kita berdoa demi keutuhan NKRI seiring bertambahnya usia TNI,” ujarnya.


Sementara itu Dandim, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, mengemukakan bahwa di hari jadi TNI yang ke-76 ini, sudah sepatutnya keluarga besar TNI bersyukur dan lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME serta keikhlasan sehingga tugas pengabdian yang diemban diberikan kemudahan dan keselamatan.

Haikal menambahkan, agar para Babinsa di 17 koramil jajarannya berusaha selalu hadir ditengah-tengah kesulitan warga desa binaannya. Pasalnya, keberhasilan pelaksanaan tugas pertanahan wilayah di darat (teritorial) tak akan berhasil tanpa bantuan segenap elemen, karena rakyat/masyarakat adalah komponen utama sistem pertahanan semesta yang dianut bangsa Indonesia. (Aan)

Bintara Otsus Papua Belajar Jadi Guru Bantu di SDN 1 Kubangsari

 

Brebes – Bintara Otsus (Otonomi Khusus) Papua, (Serda Hermanus Mom, memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi SDN 1 Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Senin (4/10/2021).

Mereka diajak untuk bernyanyi dan yel-yel, menghafal Pancasila, protocol kesehatan 5M, serta pengenalan singkat tentang budaya, keragaman agama, serta adat istiadat di pedalaman Papua oleh calon Babinsa abituren Kodam XVIII Kasuari yang sedang melaksanakan On Job Training (OJT) di Kodim 0713 Brebes selama 2,5 bulan mulai dari tanggal 6 Agustus-20 Oktober 2021 ini.

Danramil 15 Ketanggungan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Nediono menerangkan, tujuan pembekalan adalah agar para calon pemimpin bangsa itu cinta tanah air dan bangsanya.

“Tanggung jawab menjaga keutuhan NKRI adalah setiap Warga Negara Indonesia (WNI), oleh karena itu sejak dini harus sudah tertanam jiwa patriotisme atau bela negara,” tegasnya.


Daunah, Kepala Sekolah SDN 1 Kubangsari menyatakan apresiasi atas motivasi belajar dan respek kepada orang tua dan guru, khususnya materi wawasan kebangsaan yang dinilainya akan menambah kedisiplinan para anak didiknya.

Perlu diketahui, di Kodim Brebes ada 6 orang Bintara Otsus yang dititipkan untuk belajar menjadi Babinsa di 6 Koramil, yaitu Serda M. Sahril Sirindi (22) Koramil 03 Wanasari, Serda Eduart Rumbewas (21) di Koramil 04 Tanjung, Serda Nurdin Buatan (23) Koramil 05 Losari, Serda Taswan Suaeri (20) Koramil 07 Bulakamba, Serda Steven Buratehi (21) Koramil 14 Banjarharjo, dan terakhir Serda Hermanus Moom (22) di Koramil 15 Ketanggungan.

Selain ilmu teritorial, mereka mempelajari bagaimana menjadi guru bantu, membina anak-anak pramuka dan karang taruna, pelatihan penanggulangan bencana alam, pelatihan UMKM, belajar pemecahan masalah, dan berbicara efektif. Ilmu-ilmu itu akan menjadi bekal mereka untuk membina masyarakat desa di Papua nantinya. (Aan)

Antusiasnya Warga Salem Dapatkan Vaksinasi Covid-19 Dosis II

 

Brebes – Masyarakat di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sangat antusias mendapatkan vaksinasi covid-19 dosis kedua, di Aula Makoramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes dan GOR Desa Bentarsari. Senin (4/10/2021).


Dijelaskan Danramil melalui Bati Tuud Pelda Rahmat, dari 730 alokasi vaksin yang disiapkan Klinik Kartika Pratama 13 Brebes, 650 orang dari 679 orang yang mendaftar berhasil divaksin.

“Untuk 29 orang belum bisa divaksin karena hasil screening dokter belum memenuhi syarat kesehatan vaksinasi covid-19,” terangnya.

Lanjutnya, ke-29 orang yang harus ditunda itu akan ditambah 80 dosis/orang lagi, dimana pelaksanaannya dijadwalkan besok pagi (5/10) di Puskesmas tersebut.

Kepala Puskesmas Salem H. Karta Atmanegara, S.Km, mengapresiasi serbuan vaksinasi covid-19 yang dilakukan Kodim Brebes di wilayah tugasnya.

Ia menilai bahwa kegiatan seperti itu terus diadakan mengingat antusias masyarakat sangat tinggi untuk mendapatkan vaksinasi.

Turut hadir Camat Salem Wartoid, S.I.P. M.Si, Kapolsek Salem Iptu Prapto, SH, Kepala Puskesmas Bentar dr. Riya Harsana, Kades Salem Anto Riyato, S.Hut, Kades Bentarsari Idam Nugraha, dan para tenaga medis dari Puskesmas Salem dan Bentar. (Aan)

Sejarah, Makodim Brebes Pernah Jadi Markas Intel Belanda dan RPKAD

Brebes – Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0713 Brebes ternyata menyimpan berbagai catatan sejarah, baik pada masa revolusi (1945-1949) konflik antara Indonesia dengan penjajah Belanda, dan juga pada tahun 1965 saat terjadi penumpasan G30S PKI oleh pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau sekarang dikenal sebagai Kopassus.

Dijelaskan oleh Wijanarto, S.Pd. M.Hum, sejarawan Pantura asal Brebes yang juga merupakan Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Brebes, di masa revolusi itu Makodim 0713 Brebes dijadikan Belanda sebagai markas intel atau Nevis (Intel Belanda) dengan tujuan untuk memata-matai/memantau pergerakan para pejuang RI yang berusaha mempertahankan kemerdekaan yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945.

Walaupun sebenarnya gerakan revolusi sendiri telah dimulai sejak tahun 1908, dimana saat ini diperingati sebagai tahun kebangkitan nasional, namun rangkaian-rangkaian revolusi mencapai puncaknya mulai dari proklamasi kemerdekaan RI hingga pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Kerajaan Hindia Belanda pada 29 Desember 1949.

“Tentara Nica berusaha merebut kemerdekaan RI pada kurun waktu 1945-1949. Di Brebes, sekarang Kodim 0713 Brebes, dulu dijadikan markas Nevis karena letaknya sangat strategis di Jalan Daendels (jalan Pantura dulu) dimana sekarang bernama Jalan Jenderal Sudirman,” terangnya kepada Dandim Brebes Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan di Ruang Transit Kodim Brebes, Senin (4/10/2021).

Dijelaskan lebih mendalam oleh Wijanarto, berselang 16 tahun kemudian pasca peristiwa revolusi itu atau tepatnya tanggal 7 Oktober 1965, Makodim Brebes dijadikan markas RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) atau Kopassus, dengan tujuan untuk menumpas antek-antek dan pelarian PKI dari Jakarta yang masuk ke Jawa Tengah.

Untuk di Brebes sendiri, basis PKI berada di wilayah Brebes Tengah (Kecamatan Kersana, Banjarharjo, dan Ketanggungan) dan Pantura.


Langkah strategis RPKAD yaitu melakukan Operasi Pagar Betis dengan mendirikan markas di dua tempat, pertama di Tanjung (Koramil 04 Tanjung saat ini) untuk menumpas PKI di wilayah Brebes tengah, yang kedua adalah di Makodim Brebes untuk membackup jalur Pantura atau Brebes kota.

Tentu saja kehadiran pasukan RPKAD di wilayah Brebes ini mengobarkan semangat ormas-ormas dan masyarakat untuk melakukan perlawanan terhadap PKI.

“Puncaknya adalah penumpasan anggota gerakan kiri maupun simpatisannya itu (PKI), saat menggelar rapat akbar di Alun-alun Brebes pada 18 Oktober 1965. Sedangkan untuk mayat-mayatnya dihanyutkan di Sungai Pemali/Kali Pemali,” sambungnya.

Lanjut Wijanarto, Markas Kodim Brebes adalah zonasi inti dari bangunan sejarah yang ada di Brebes. Untuk bangunan pendukung lainnya adalah markas vice police Brimob yang didirikan tahun 1920 dimana sekarang adalah Polres Brebes.

“Sebelum menjadi Polres Brebes, markas vice police Brimob dijadikan rumah dinas guru,” tandasnya.

Kemudian ada Prasasti/Tugu Sindangheula di Kecamatan Banjarharjo, tugu di Stasiun Kereta Api Ketanggungan, Museum Juang 45 di Brebes Kota, Tugu Kopassus di Dusun Ciwindu Desa Wanoja Kecamatan Salem, Jembatan Berdarah Penumpasan G30S PKI yang berada di Desa Wanacala Kecamatan Songgom, TMP Kusumatama di Brebes, TMP Kusumatama II di Kecamatan Bumiayu, dan TMP Pagerayu di Desa Jatirokeh Kecamatan Songgom.

Khusus di TMP Pagerayu Songgom, disini menyimpan jasad 37 pejuang kemerdekaan yang meregang nyawa di tiga rumah (milik Almarhum Jazuli, Medah, dan Soyu) yang diberondong peluru pasukan Belanda sejak subuh hingga pagi hari (1948) setelah pergerakan mereka tercium oleh Nevis yang bermarkas di Makodim.

Tentara Belanda juga membakar rumah milik Medah dan Soyu karena dianggap sebagai tempat persembunyian laskar merah putih.

Pasca pembantaian dari ketiga rumah, oleh warga setempat ke-37 pejuang yang berlumuran darah itu langsung dikuburkan di depan rumah pembantaian itu (di tanah milik Almarhumah Kalimah) tanpa dimandikan dan dikafani karena warga menganggap mereka gugur sebagai syuhada.

Saat ini kondisi makam tersebut masih terpelihara oleh pihak desa. Kemudian warga setempat menamai daerah itu sebagai blok pahlawan.

Di TMP Pagerayu Jatirokeh Songgom, pemimpin pasukan yang dibantai itu bernama Kapten Ismail (Pahlawan Nasional). Identitasnya terungkap oleh keluarganya setelah beberapa tahun kemudian dari cincin kawin yang melingkar di kerangka jarinya. Sedangkan ke-36 prajuritnya tanpa nama di nisannya.

Kerangka Kapten Ismail kemudian dipindahkan ke TMP di Kota Tegal. Kemudian sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan asal Tegal itu maka namanya dijadikan nama salah satu jalan protokol di Kota Tegal, tepatnya di daerah Pekauman, Tegal Barat.

Ada juga Operasi GBN (Operasi Gerakan Banteng Nasional) yaitu operasi penumpasan DI/TII (1949-1950) di Jawa Tengah yang dipimpin Letkol M. Sarbini dengan markas staf komandonya berada di Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal, untuk wilayah operasinya meliputi wilayah Kabupaten Brebes, Banyumas dan Cilacap.

GBN sendiri merupakan Satgas gabungan dari satuan-satuan tempur Divisi Siliwangi, Divisi Diponegoro dan Divisi Brawijaya. Tujuan utama dibentuknya Komando Operasi GBN adalah untuk memisahkan antara Darul Islam Amir Fatah di wilayah Jawa Tengah dengan Darul Islam Kartosuwiryo di Jawa Barat, dan kemudian menghancurkan sampai ke akar-akarnya.

DI/TII di daerah Tegal-Brebes pimpinan Amir Fatah, juga merupakan pemberontakan bermotif syariat islam untuk mendirikan NII (Negara Islam Indonesia) seperti Kartosuwiryo di Jawa Barat (imam/ketua utama NII).

Setelah DI/TII Amir Fatah padam, selanjutnya pada tahun 1962 terjadi peristiwa penumpasan DI/TII Kartosuwiryo oleh pasukan Kodam III Siliwangi untuk memulihkan keamanan di Jawa Barat dengan nama Operasi Pagar Betis Brata Yuda, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 59 Tahun 1958, yang isinya tentang penumpasan DI/TII.

Penumpasan ini juga melebar ke wilayah Jawa Tengah yaitu di wilayah Kabupaten Brebes selatan (Kecamatan Bumiayu, Bantarkawung, dan Salem), sehingga pasukan Siliwangi bergabung dengan pasukan GBN (Kodam IV Diponegoro saat ini) untuk mempercepat penumpasan.

Bahkan pergerakan Gerilyawan Siliwangi itu melebar hingga ke wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, dengan melewati jalur Brebes di wilayah Kecamatan Salem, Banjarharjo, Songgom.
Tak hanya itu, pasukan gabungan itu juga melibatkan masyarakat secara luas dengan tujuan mempercepat penemuan persembunyian Kartosuwiryo sang proklamator NII.
Saksi bisu adanya penumpasan DI/TII di wilayah Brebes yaitu masih adanya rumah tahanan/sel DI/TII sampai saat ini yang terletak di Kantor Pegadaian Bumiayu.

Pun kata Wijanarto, banyak jenderal-jenderal TNI yang asal maupun kariernya bermula di Brebes.
Jadi, dengan banyaknya tempat dan tokoh sejarah di Brebes maka sudah sepantasnya Brebes juga diusulkan menjadi kota perjuangan. Ia juga meminta agar Pemkab secepatkan mengusulkan pencatatan peristiwa-peristiwa sejarah perjuangan bangsa itu agar tidak menguap begitu saja mumpung beberapa sumber sejarah masih hidup untuk menguatkan.
Pasalnya, Brebes jelas punya peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI maupun konflik internal tersebut.

“Tidak semua sejarah perjuangan bangsa di Brebes tercatat di arsip yang tersimpan di Dokumen Hari Jadi Brebes,  sehingga sejarah-sejarah lainnya perlu kita catatkan segera agar nantinya dapat diketahui anak cucu kita,” imbuhnya.

Tak lupa di hari jadi TNI yang ke-76 ini, dirinya mengucapkan Dirgahayu TNI. Bersama rakyat TNI kuat.

Sementara itu, Dandim Letkol Armed Haikal Sofyan mengaku bahwa dirinya baru mengetahui bahwa Makodim Brebes memiliki catatan sejarah yang luar biasa dan sampai saat ini belum ada narasi sejarah yang valid.

Untuk itulah dirinya akan membantu mendorong Pemkab untuk mencatatkan sejarah-sejarah penting itu sebagai kenang-kenangan berdinas di Brebes. Termasuk adanya upaya situs-situs bersejarah itu.

“Menurut saya memang harus ada catatan-catatan secara otentik yang bisa menjelaskan kepada generasi kita selanjutnya tentang perjuangan TNI dan rakyat Brebes,” ujarnya.

Perlu diketahui sebagai referensi, pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia), bermula dari adanya pembatasan wilayah kekuasaan RI hasil dari Perjanjian Renville pada 8 Desember 1947 sampai 17 Januari 1948 di atas geladak kapal perang Amerika Serikat yang berlabuh di Jakarta sebagai tempat netral USS Renville.

Penolakan terhadap Perjanjian Renville diwujudkan dengan menolak untuk mengosongkan wilayah Jawa Barat yang saat itu menjadi wilayah Belanda dengan dasar perjanjian itu.

Gerombolan Kartosuwiryo kemudian memproklamasikan NII (Negara Islam Indonesia) dengan angkatan bersenjatanya bernama DI/TII, sebagai bentuk kekecewaan kepada Belanda dan pemerintah Indonesia yang dinilai terlalu lunak sehingga NII akan memisahkan diri dari NKRI.

Adanya pemberontakan itu membuat Belanda tak tinggal diam sehingga melakukan Agresi Militer Belanda ke-II (19-20 Desember 1948) yang bertujuan untuk mengambil alih kekuasaan di Indonesia. (Aan)

Minggu, 03 Oktober 2021

Salah Satu Ormas di Brebes Yang Bangga Dengan TNI

 

Brebes – Keluarga Besar Pemuda Pancasila PAC (Pimpinan Anak Cabang ) Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai pasang banner ucapan Dirgahayu ke-76 TNI di desa-desa yang menjadi rantingnya.

Tampak Mukhlis Alhidayat (51), Sekjen PAC PP Paguyangan, memasang banner di sebelah Kantor Samsat Pagojengan (3/10 malam).

Disampaikan Mukhlis melalui sambungan seluler, bahwa apa yang mereka lakukan sebagai bentuk kebanggaan mereka kepada TNI penjaga kedaulatan negara yang akan merayakan hari jadinya pada 5 Oktober 2021 ini. Senin (4/10/2021).

Ia nyatakan bahwa dirinya juga salah satu warga NKRI yang bangga kepada TNI.

“We are proud where the honor of red and white flag are your guard,” ujarnya (Kita bangga dimana kehormatan Merah Putih berhasil anda jaga – red).


Lebih lanjut Mukhlis sampaikan, untuk pemasangan sudah dimulai sejak Sabtu lalu (2/10) dan akan dilakukan sampai 5 Oktober 2021 ini.

“Saya belum mengecek seluruhnya, namun dari laporan whatsapp, di Posko Ranting PP Desa Winduaji sudah terpasang,” sambungnya.

Ia tegaskan bahwa pemasangan itu merupakan swadaya dari PP PAC Paguyangan sendiri. Dirinya juga berharap agar TNI dan PP semakin selalu dan semakin solid untuk bersama-sama mengatasi permasalahan bangsa baik itu bencana alam, kamtibmas, maupun kemiskinan, serta menjaga keutuhan NKRI khususnya.

Terpisah, Babinsa setempat Sertu Sugeng Widodo menyatakan apresiasi atas perhatian dan kecintaan salah satu ormas di Paguyangan kepada TNI. (Aan)

Makna Ziarah Nasional KBT Brebes di HUT Ke-76 TNI

 

Brebes – Keluarga Besar Tentara (KBT) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Tama Brebes, untuk memperingati HUT ke-76 TNI, 5 Oktober 2021. Senin (4/10/2021).

Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, memimpin rombongan untuk melakukan penghormatan dan tabur bunga kepada 69 arwah kusuma bangsa yang jasadnya terbaring di TMP tersebut.

Dandim mengatakan, ziarah ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT Ke-76 TNI.

“Ziarah pahlawan kali ini untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan seperti rela berkorban dan pantang menyerah, sebagai modal sosial untuk kemudian diterapkan dalam mengatasi berbagai permasalah bangsa,” ujarnya.


Lanjutnya, generasi penerus bangsa saat ini perlu mewarisi semangat kepahlawanan itu sehingga salah satu ajang introspeksi diri adalah tilik pahlawan.

Menurutnya, ziarah pahlawan kali ini juga untuk merawat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan khususnya bagi KBT di Kabupaten Brebes, dengan meresapi nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pahlawan, dimana mereka mengorbankan apa saja termasuk nyawanya demi memerdekakan bangsa ini 76 tahun silam.

Haikal berharap dengan bertambahnya umur TNI maka seluruh prajuritnya semakin militan dan profesional dalam mengemban tugas pokoknya yaitu mengawal kedaulatan NKRI.

“Dengan meneruskan perjuangan para pahlawan maka TNI kita harapkan dapat menjadi kebanggaan rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Turut hadir rombongan dari Subdenpom IV/1-4 Brebes, Kaminvetcad IV-07 Brebes Mayor Heri Rianto, Kapten Laut Zaenal Arif dari Lanal Tegal, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0713 Brebes, dan para tamu undangan lainnya. (Aan)

Sabtu, 02 Oktober 2021

Jajaran Kodim Brebes Juga Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Secara Virtual

 

Brebes – Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2021 yang bertemakan “Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila”, dilangsungkan di Monumen Pancasila Sakti, Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Jumat pagi (1/10/2021).

Presiden RI Joko Widodo, bertindak sebagai inspektur upacara di tingkat pusat itu. Kemudian di tingkat daerah, pelaksanaannya disesuaikan dengan level daerah terkait situasi terkini pandemi covid-19.

Jadi bagi daerah yang masih PPKM level 3 dan 4, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menginstruksikan mengikuti upacara secara virtual dari layar Televisi Republik Indonesia (TVRI) atau siaran langsung di kanal youtube Kemdikbud-Ristek RI.

Kemudian untuk daerah dengan PPKM level 2 maka dapat menggelar upacara secara langsung di Kantor Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota mulai pukul 08.00 waktu setempat, dengan format lebih sederhana/minimalis dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Di Kabupaten Brebes Jawa Tengah yang masih menyandang status PPKM level 3, peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilakukan secara virtual di masing-masing instansi maupun institusi TNI-Polri.

Jajaran Kodim 0713 Brebes yang meliputi 17 Koramil, juga mengikuti upacara yang dilangsungkan di Lubang Buaya itu juga secara virtual di masing-masing koramil/kecamatan.


Pasi Ops Kodim Brebes, Kapten Arhanud Suryadi SH menjelaskan, Hari Kesaktian Pancasila adalah hari dimana Pancasila menunjukkan kesaktiannya atau dasar negara yang tak tergantikan berhubungan dengan peristiwa G30S/PKI, 30 September 1965.

“Upacara yang dilangsungkan secara virtual di 17 Koramil jajaran Kodim Brebes, untuk mengenang sejarah bangsa dimana PKI mencoba menggantikan ideologi Pancasila yang telah diperjuangkan para pahlawan bangsa dengan ideologi komunis,” bebernya.

Menurutnya, sebagai prajurit dan Babinsa, peringatan itu sangatlah penting sebagai motivasi dalam membina masyarakat agar tidak terjerumus ke dalam organisasi terlarang yaitu radikal kanan maupun kiri, dimana salah satu contohnya adalah PKI.

Suryadi menambahkan, sebagai generasi saat ini, sudah sepantasnya kita mengingatkan generasi muda calon pemimpin bangsa selanjutnya agar tidak lupa “Jas Merah” atau Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (Never Leave History), sehingga kedepan mereka akan menjadi pemimpin yang unggul berlandaskan Pancasila, karena Pancasila sudah 76 tahun terbukti dapat mempersatukan bangsa Indonesia yang majemuk suku, budaya, adat-istiadat, maupun bahasanya. (Aan)

Sinergitas, Kodim 0713 Brebes Lakukan Patroli Hutan Bersama Perhutani

 REBES  – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat bersama Kodim 0713 Brebes melaksanakan kegiatan patroli hutan dalam ran...